perbedaan profesi,profesinalisme dan profesional

Profesi
Profesi menurut KBBI adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian, dan keterampilan pelakunya.
Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.kegiatan apa saja dan siapa saja untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan krahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik.
Profesional
Profesional di adaptasikan dari istilah bahasa inggris yaitu profession yang berarti pekerjaan atau karir.
Profesional adalah orang yang menyandang suatu jabatan atau pekerjaan yang dilakukan dengan keahlian atau keterampilan yang tinggi. 
Professional mempunyai makna yang mengacu kepada sebutan tentang orang yang menyandang suatu profesi dan sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja sesuai dengan profesinya. 

Profesionalisme
Dalam KBBI profesionalisme adalah berasal dari kata profesional yang mempunyai makna yaitu berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. Sedangkan profesionalisme adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang profesional.
Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan serta ikrar untuk menerima panggilan tersebut dengan semangat pengabdian selaly siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan di tengah gelapnya kehudupan

embedded librarian

Embedded Librarianship adalah “ the integration of librarian and library service within and organizational unit, deparment, orteam” integrasi pustakawan dalam institusi, departemen, tim, lingkungan, dan sebagainya merupakan kegiatan embedded librarianship. Pustakawan diharapkan terus berkiprah dalam lembaga yang memayunginya sebagai bagian dari lembaga tersebut, bukan terpisah. Itulah sebabnya, pustakawan harus berkolaborasi dan berpikir dalam konteks makro. Pustakawan bisa menampilkan diri dalam profesinya dengan ranah yang lebih luas untuk membantu orang di luar profesi.
     Tujuan embedded librarianship

  1. User-oriented as an alternative of library-oriented 
  2.  Physical proximity
  3. Miniature group-centric
  4. Miniature group-centri
  5. Experts rather than generalist
  6. Reliant on universe of knowledge and not only library skills
  7. Aspiring for further study and amalgamation rather than delivery

ikigaii pustakawan

Istilah ikigai berasa dari kata iki dan gai,  yang lahir dari budaya orang jepang.
Iki diartikan sebagai kehidupan, dan
Gai diartikan sebagai nilai konsep budaya orang jepang.

Ikigai dalam bentuk versi orang jepang ada 4, yaitu :
 Happy,Healty, Life with enjoy dan  Purpose everyday

pada  ikigai pustakawan.yaitu kaitan 
 kaitan antara ikigai dengan pustakawan, dimana disini ada 4 segi kaitannya, yaitu :
1. Passion (bidang yang disukai dengan keahlian seseorang.
2. Misi ( bidang yang disukai seseorang dengan yang dibutuhkan masyarakat)
3. Profesi (bidang keahlian dengan sesuatu yang dapat dilakukan seseorang dengan mendapat bayaran)
4. Pekerjaan (hubungan sesuatu yang dibutuhkan dan dikerjaan seseorang)

E-Resources


Koleksi E-Resources  menurut pendapat Johnson adalah konten elektronik yang diseleksi oleh pustakawan dari berbagai ragam sumber untuk perpustakaan, dikelola oleh perpustakaan, serta disediakan untuk pemustaka. Koleksi e-resources ini diperoleh melalui pembelian leasing atau tersedia secara gratis yang mungkin diseleksi judul per judul atau dalam satu paket.
           Library of Congress  juga menjelaskan e-resources sebagai manifestasi suatu karya yang                     membutuhkan penggunaan komputer untuk mengakses informasi yang terdapat di dalamnya,                seperti CD-ROM, CD, ataupun DVD. 

Menurut Johnson, dkk dalam paper yang diterbitkan IFLA (International Federation of Library Associations and Institutions) juga merinci kriteria seleksi sumber-sumber informasi elektronik yang dituangkan dalam suatu kebijakan perkembangan e-resources. Menurutnya kebijakan seleksi e-resources harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
1.      Isi (content)
Seperti koleksi tercetak, sumber-sumber informasi elektronik harus memenuhi kriteria isi seperti mendukung tujuan organisasi dan kegiatan riset dan akademi, melengkap dan memperluas koleksi yang sudah ada yang sesuai dengan subyek kajian, memenuhi standar kualitas seperti diakui (peer reviewed) dan diterbitkan oleh penerbit yang memiliki reputasi.
2.      Persyaratan Teknis
Persyaratan tersebut mencakup hal-hal sebagai berikut:
a.       Metode Akses
b.      Ontentifikasi
c.       Compatibilitas
d.      Browser
e.       Format isi 
3.      Fungsionalitas dan Reliabilitas
Kriteria seleksi lainnya adalah berkenaan dengan aspek fungsibilitas dan reliabilitas, 
4.      Dukungan Vendor
           Adalah kriteria penting lainnya yang harus dipertimbangkan dalam melakukan seleksi                         terhadap sumber-sumber elektronik (e-resources)
5.      Supply
          Seperti halnya dalam bentuk tercetak, cara penyediaan (Supply) sumber-sumber informasi                    elektronik juga penting untuk diketahui cara penyediaan ini mencakup model pembelian dan                harga.

disrupsi dan eksistensi

disrupsi merupakan perubahan besar yang menghasilkan efesiensi serta dapat menimbulkan persoalan, terutama bagi pihak yang tidak produktif dan tidak dapat mengikuti perubahan. Adapun dampak dari disrupsi antara lain
  1. Melambungnya harga sumber informasi
  2. Munculnya media akses pilihan media akses informasi
  3. Pergeseran, pemanfaatan, sumber perpustakaan konvensiona
  4. Pergeseran kebutuhan pemustakaan
Esksistensi Kopetensi yang dapat digunakan sebagai syarat untuk dianggap mampu dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu. 

marketing

pemasaran adalah proses social dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan serta inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbale balik produk dan nilai dengan orang lain

    Sebaiknya sebelum kegiatan marketing dimasukkan di dalam perencanaan strategis, perpustakaan melakukan analisa SWOT. Analisis ini dimaksudkan agar jelas dan tepat apa yang dapat diperbaiki, dilayankan, dilakukan oleh perpustakaan. Perencanaan strategis ini dirancang oleh manajemen perpustakaan dan dikomunikasikan dengan efektif kepada seluruh jajaran pustakawan sehingga terdapat pemahaman yang sama terhadap apa-apa saja yang akan dicapai oleh perpustakaan dengan partisipasi seluruh pustakawan tanpa terkecuali. Tidak hanya dikomunikasikan, tetapi manajemen perpustakaan juga perlu mengcourage semua pustakawan untuk memberikan ide-ide yang dapat diimplementasikan nantinya dalam menjalankan perencanaan strategis ini, termasuklah di dalamnya marketing. Pemahaman yang sama dan kegiatan menampung ide-ide dari semua orang yang ada di dalam perpustakaan ini penting nantinya agar semua orang yang ada di dalam perpustakaan, merasa terlibat secara moral.
Sasaran kegiatan marketing ini adalah pengguna. Untuk memuaskan kebutuhan pengguna, menurut Rustomji dan Vieira dapat dilakukan dengan komposisi marketing berikut, yang juga disebut dengan 4P Marketing, yaitu
1.      Product Planning atau perencanaan produk
2.      Pricing atau penetapan harga
3.      Physical Distribution atau distribusi fisik
4.      Promotion and Advertising atau promosi dan iklan




keterbukaan informasi publik

keterbukaan informasi publik adalah informasi yang dihasilkan, di kelola, di simpan lalu di kirim dan di terima oleh suatu badan publik lainya sesuai dengan UU No 14 tahun 2008.

jenis-jenis informasi publik
1.informasi yang di simpan dan diumumkan 
a. di umumkan secara berkala
b. serta merta
c. setiap saat
2.informasi yang di kecualikan atau tidak di umumkan 


tujuan KIP 
  1. menjamin harga negara
  2. menolong partisipasi masyarakat
  3. meningkatkan peran aktif masyarakat
  4. mengetahui lasan kebijakan publik
  5. mengembangkan ilmu engetahu

kapita selekta imu perpustakaan

   Kapita Selekta imu perpustakaan adalah mata kuliah yang membahas tentang hasil suatu ilmu tentang ilmu per[ustakaan, riset dan perkembanganimu perpustakaan  serta tema ilmu perpustakaan yang terkini sesuai dengan kebutuhanya Topik dalam mata kuliah ini akan disesuaikan berdasarkan tema yang dipilih diawal pertemuan. Selanjutnya akan dibahas issue khusus yang berkaitan dengan tema terpilih.

Sentralisasi dan Disentralisasi

   sentralisasi adalah sebuah penyerahan kekuasaan dan juga wewenang pemerintahan secara penuh kepada pemerintah pusat, contoh dsentralisasi adalah Bagian lembaga keamanan Negara seperti TNI melindungi NKRI dari tiga titik pusat yaitu udara, darat dan laut . sentralisasi ini memiliki kelibahan sebagai berikut 

  1.  Totaliterisme penyelenggaraan pendidikan,
  2. Keseragaman manajemen, sejak dalam aspek perencanaan, pengelolaan, evaluasi, hingga model pengembangan sekolah dan pembelajaran,
  3. Keseragaman pola pembudayaan masyarakat
  4. Organisasi menjadi lebih ramping dan efisien, karena seluruh aktivitas organisasi terpusat sehingga pengambilan keputusan lebih mudah.
  5. Perencanaan dan pengembangan organisasi lebih terintegrasi.
  6. Pengurangan redundancies aset dan fasilitas lain, dalam hal ini satu aset dapat dipergunakan secara bersama-sama tanpa harus menyediakan aset yang sama untuk pekerjaan yang berbeda-beda

 disentralisasi  adalah penyerahan kebijakan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah supaya mengatur rumah tangganya sendiri, namun tidak untuk semua hal, keamanan, hukum dan kebijakan merupakan beberapa hal yang masih terpusat namun tetap ada pendelegasian kepda daerah dam contoh disentralisasi adalah Dinas Pendidikan menjadi pengatur bagaimana pola pendidikan yang akan dijalankan.kemudian kelebihan disentralisasi ini adalah 

  1. Struktur organisasnya merupakan pendelegasian wewenang dan memperingan manajemen pemerintah pusat
  2. Mengurangi bertumpuknya pekerjaan di pusat pemerintah
  3. Pemerintah daerah tak perlu menunggu instruksi dari pusat untuk menuntaskan masalah
  4. Hubungan antar pemerintah pusat dengan daerah dapat meningkatkan gairah kerja
  5. Efisien dalam segala halMengurangi Biokrasi dalam arti buruk karena keputusan dapat segera dilaksanakan


Revolusi Industri

jika kita melihat arti kata dari revolusi ini adalah sebuah perubahan yang mana perubahan ini di lakukan bertahap-tahap
revolusi indutri  1960 ialah tradisional library  promote to public library literasi program mengajrkan membaca dan meningkatkan minat baca
revolusi 1990 ialah pustakawan yang berperan pencarian pada era ini pustakawan berkerja di era tertentu minsalnya di bagian pengolahanrevlosi
revlolusi industri  2000 ialah Information sosialty dalam lingkup industry adanyan google

Knowladge management

  Manajemen pengetahuan (knowledge management) ialah suatu rangkaian kegiatan yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui, dan dipelajari di dalam organisasi. Kegiatan ini biasanya terkait dengan objektif organisasi dan ditujukan untuk mencapai suatu hasil tertentu seperti pengetahuan bersama, peningkatan kinerja, keunggulan kompetitif, atau tingkat inovasi yang lebih tinggi.
 Sehubungan dengan itu peranan ilmu pengetahuan menjadi makin menonjol, karena hanya dengan pengetahuanlah semua perubahan yang terjadi dapat disikapi dengan tepat. Ini berarti pendidikan memainkan peran penting dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas dan kompetitif. Ketatnya kompetisi secara global khususnya dalam bidang ekonomi telah menjadikan organisasi usaha memikirkan kembali strategi pengelolaan usahanya, dan SDM yang berkualitas dengan penguasaan pengetahuannya menjadi pilihan penting yang harus dilakukan dalam konteks tersebut
 jadi manajemen pengetahuan sangat perlu baik itu organisasi atau perusahaan yang salah satunya knowladge management untuk sebuah perustakaan.

Layanan Perpustakaan Inklusi Sosial

insklusi Sosial adalah sesutu yang berhubungan dengan masyarakat dengan artian tidak membeda-bedakan status,ras dan lainya,,,
nah pada perpustkaan juga memliki inklusi sosial yang mana perpustakaan ini berahadapan angusng dengan masyarakat luas jadi sebuh perpustakaan itu perlu inklusi sosial dengan cara dari segi layanan, fasilutas dan banyak lagi.
unutk lebih jelasnya di bawah ini tertera  simple mind tentang perpustakaan dan inklusi sosial



Kurasi digital

 Kurasi digital adalah istilah yang sangat baru dan terkait dengan perkembangan preservasi digital dan pengarsipan digital. Ini adalah istilah yang relatif baru yang menggabungkan dua aspek konsep yang ada yaitu, "data kurasi" dan "pelestarian digital" terutama dipergunakan oleh bidang Perpustakaan dan Arsip.

TUJUAN TRAINING KURASI DIGITAL
Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut :
  1. Memberikan gambaran tentang penting kompetensi kurasi digital
  2. Memberikan kompetensi kurasi digital  bagi pustakawan
  3. Mampu meningkatkan peluang pemustaka untuk mengakses informasi digital yang dikelola perpustakaan
  4. Mampu memotivasi pemustaka untuk mengakses informasi digital yang  dikelola perpustakaan.