BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perpustakaan adalah suatu unit kerja dari satu badan atau
lembaga tertentu yang mengelola bahan pustaka, baik berupa buku-buku mapun
bukan buku yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat
di gunakan sebagai sumber informasi oleh setiap pemakainya[1]
Pada Perpustakaan umum memiliki layanan Perpustakaan anak
yang mana anak leluasa untuk membaca dan merasa nyaman membahas tentang
perpustakaan anak khususnya
membahas hal-hal yang membuat perpustakaan
anak aman, nyaman dan menyenangkan.Hal ini diambil karena pada
perpustakaan-perpustakaan umum belum menerapkan layanan perpustakaan yang baik
yang btidak sesuai dengan keinginan anak sehingga anak-anak merasa tidak betah
di perpustakaan karena layanan perpustakaan anak yang tidak menyenangkan dalam sebuah perpustakaan namun pada layanan
Perpustakaan Anak banyak orang tua yang takut meninggalkan anak di sebuah
perpustakaan karena merasa tidak aman atau takut mereka bosan, maka dari itu
kami selaku penuis ingin membahsa tentang bagaimana cara membuat perpustakaan
anak yang menyenangkan dan merasa nyaman.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa
yang di maksud dengan layanan Perpustakaan Anak?
2.
Bagaimana
minat baca anak ?
3.
bagaimana
cara merancang interior layanan perpustakaan anak yang menyenangkan sehingga anak semangat
membaca?
C.Tujuan
Masalah
1.
Untuk
mengetahui apa yang di maksud dengan layanan Perpustakan anak
2.
Untuk
mengetahui minat baca anak
3.
Untuk
mengetahui rancangan interior layanan perpustakaan anak agar anak merasa senagn
dan semangat membaca
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Penegrtian Perpustakaan Anak
Perpustakaan adalah salah satu unit kerja yang berupa tempat untuk mengumpulkan,
menyimpan , mengelola, dan mengatur koleksi bahan pustaka secara
sistematis untuk di gunakan Oleh pemakai
sebagai sumber informasi sekaligus sebagai sarana belajar yang menyenangkan.
pada umumnya, ruangan yang ada di perpustakaan umum terdiri dari checkout,
children's area, catalogue, space for staff, meeting room, dan space for
mechanical operation.[2]
Perpustakaan menurut Undang-Undang
Republik Indonesianomor 43 tahun 2007 pasal 1 ayat 1 tentang perpustakaan bahwa “Perpustakaan
adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak dan
karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi
kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi
para pemustaka”.
Ruang perpustakaan menyediakan salah satu
lingkungan pertama untuk memastikan bahwa anak-anak akan tumbuh menjadi
pengguna perpustakaan seumur hidup yang juga menekankan bahwa perpustakaan
untuk anak-anak adalah tempat di mana anak-anak mengembangkan pengalaman
pertama mereka dengan sastra dan media lainnya[3]
B.
Minat Baca Anak
1. Minat
Minat menurut Suryabrata dalam Andriana minat
merupakan faktor intristik yang
merupakan motivasi yang berasal atau timbul dari diri sendiri tampa ada paksaan atau dorongan dari orang
lain.
Adapun minat itu adalah suatu rasa lebih suka dan rasa
keinginan pada suatu hal tanpa ada yang menyuruh. Minat berasal dari
dalam diri individu sendiri, anak-anak lebih suka baca
buku pelajaran yang bergambar sama komik-komik biar menghibur terus untuk
menambah pengetahuan mereka.[4]
Kebiasaan
gemar membaca dapat dimulai dengan adanya minat baca dari masyarakat
itu sendiri, sedangkan upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat merupakan
tugas pembinaan dan pengembangan perpustakaan di Indonesia. Sayangnya,
minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Ditambah lagi dengan
kurang adanya fasilitas yang mendukung seperti perpustakaan khusus anak yang sesuai
kebutuhan membaca mereka menjadi aspek penting yang sering kali luput dari
perhatian
kita selaku pustakawan harus membuat anak itu merasa
tertarik dan timbul minat di hati mereka untuk ke perpustakaan karena anak-anak
tidak bisa di paksa apa yang mereka inginkan, namun apabila kita selaku
pustakawan memberikan hal-hal yang menarik itu akan membuat hati mereka
tergerak dan merasa senang karena apa yang mereka inginkan ada di sediakan di
perpustakaan.
2. Perkembangan
minat baca anak
1) Perkembangan minat baca anak dapat dibagi menajdi
beberapa tahap. Pada usia 1-3 tahun anak cenderung merobek
kertas, sehingga buku yang digunakan sebaiknya adalah yang
terbuat dari plastik atau kain, yang tidak mudah robek. Isi
bacaan berupa satu macam benda berikut namanya pada setiap
halamannya.
beberapa tahap. Pada usia 1-3 tahun anak cenderung merobek
kertas, sehingga buku yang digunakan sebaiknya adalah yang
terbuat dari plastik atau kain, yang tidak mudah robek. Isi
bacaan berupa satu macam benda berikut namanya pada setiap
halamannya.
2) Pada usia 3-5 tahun, anak memiliki penguasaan bahasa
yang
jauh lebih baik, sehingga isi buku dapat berupa beberapa kata
(kalimat) yang merupakan gagasan, namun tetap dengan
ilustrasi gambar yang menarik. Jenis cerita yang digemari
adalah yang bersifat fancy,
jauh lebih baik, sehingga isi buku dapat berupa beberapa kata
(kalimat) yang merupakan gagasan, namun tetap dengan
ilustrasi gambar yang menarik. Jenis cerita yang digemari
adalah yang bersifat fancy,
3) Pada usia 5-7 tahun anak berkembang dalam dunia
akademis dan intelektual. Oleh karena itu, yang menonjol
adalah banyaknya kata, gagasan, dan konsep yang merupakan
representasi dari hal yang pernah dialami.
akademis dan intelektual. Oleh karena itu, yang menonjol
adalah banyaknya kata, gagasan, dan konsep yang merupakan
representasi dari hal yang pernah dialami.
4) Pada usia 7-9 tahun anak berada di sekolah dasar
sehingga
perkembangan intelektual diarahkan pada bagaimana sekolah
melihat sesuatu itu penting. Oleh karena itu, buku-buku yang
diberikan merupakan buku ynag dapat membantu pelajaran di
sekolah. Cerita yang memberi kesan action juga diminati pada
usia ini.[5]
perkembangan intelektual diarahkan pada bagaimana sekolah
melihat sesuatu itu penting. Oleh karena itu, buku-buku yang
diberikan merupakan buku ynag dapat membantu pelajaran di
sekolah. Cerita yang memberi kesan action juga diminati pada
usia ini.[5]
C.
Desain Interior Perpustakaan Anak yang Menyenangkan
Desain Interior Perpustakaan anak merupakan hal yang
penting untuk kegiatan belajar anak agar anak-anak ingin dan betah dalam sebuah
Perpustakaan karena desainnya yang bagus dan tidak membosankan, adapun desain
interior yang perlu di perhatikan untuk membuat Perpustakaan Anak Yang
Menyenangkan adalah Sebagai berikut :
1.
Konsep Desain Perpustakaan
Anak
1)
Unsur
Warna
terdapat
warna-warna yang mendukung kebutuhan anak dalam ruang. Kebutuhan anak
tersebut yaitu kebutuhan akan rasa
bebas, rasa aman, rasa nyaman dan hangat, serta kebutuhan untuk merangsang anak
dalam bereaktifitas, gembira, dan kreatif. Warna[6].
Warna yang digunakan kontras satu sama lain, yaitu merah, biru, dan kuning.
Selain itu warna hijau, coklat, dan putih juga digunakan untuk menyesuaikan dengan
tema.[7]
2)
Unsur Bentuk
syarat secara umum penggunaan bentuk untuk
anak harus dapat memenuhi kriteria tertentu, yaitu nyaman atau ergonomis, aman,
variatif, simpel dan mudah dibersihkan. Nyaman atau ergonomis terkait dengan bentuk dan
ukuran sesuai antropometri dan kebutuhan gerak anak, Simpel
dan mudah dibersihkan terkait dengan bentuk yang sederhana (tidak banyak
detail) dan mudah dibersihkan.
3)
Material.
Material yang digunakan adalah material yang
aman bagi anak dan tidak mengandung zat-zat berbahaya. Material utama yang akan
digunakan untuk furniture adalah kayu, dengan stainless steel sebagai material
pelengkap. Finishing yang digunakan untuk elemen interior adalah wallpaper dan
cat, dan untuk furniture menggunakan HPL.
4)
Pencahayaan.
Sistem
pencahayaan menggunakan pencahayaan alami sebagai pencahayaan utama pada pagi
dan siang hari, serta menggunakan lampu LED untuk menerangi area yang gelap,
dan sebagai penerangan di sore hari.
5)
Penghawaan.
Sistem
penghawaan yang digunakan adalah penghawaan buatan, yaitu menggunakan AC
central. Penghawaan dengan AC central memberikan kemudahan terhadap control
sehingga suhu dalam ruang tetap merata.
6)
Sirkulasi.
Jenis sirkulasi yang digunakan adalah
sirkulasi linear. Sirkulasi linear akan memudahkan pengunjung untuk dapat
menuju ke area yang diinginkan dengan mudah karena bentuk bangunan yang
memanjang.
7)
Universal Design.
Universal design diwujudkan dengan menyediakan
jarak sirkulasi sebesar minimal 1 meter agar dapat dilalui oleh semua kalangan,
termasuk pengguna kursi roda. Selain itu juga dengan membuat signage yang jelas
dan mudah [8]
2.
Contoh Trasformasi Perpustakaan Anak yang bertema garden
1)
Layout, Penerapan konsep pada layout awal
terlihat dari gabungan
antara bentuk segi empat dan lingkaran yang kontras. Dalam
hal ini dibuat beberapa alternatif layout untuk menghasilkan
penataan yang maksimal. Dari beberapa alternatif kemudian
dipilih satu layout dengan penerapan konsep kontras yang
paling menonjol.
antara bentuk segi empat dan lingkaran yang kontras. Dalam
hal ini dibuat beberapa alternatif layout untuk menghasilkan
penataan yang maksimal. Dari beberapa alternatif kemudian
dipilih satu layout dengan penerapan konsep kontras yang
paling menonjol.
2)
Aplikasi
konsep pada ruang terlihat pada penataan bentuk
lengkung dan bentuk kotak yang kontras, dan penataan warna
merah, kuning, dan biru yang diletakkan berdampingan
sehingga terlihat kontras.
lengkung dan bentuk kotak yang kontras, dan penataan warna
merah, kuning, dan biru yang diletakkan berdampingan
sehingga terlihat kontras.
3)
Perspektif InteriorPenerapan
konsep kontras pada ruang dapat terlihat dari
penataan dan penggunaan warna yang kontras, yaitu merah,
biru, dan kuning. Tema “garden” terlihat pada bentuk kolom
dan plafon yang menyerupai pohon, serta penggunaan warna
dan material pada lantai.
penataan dan penggunaan warna yang kontras, yaitu merah,
biru, dan kuning. Tema “garden” terlihat pada bentuk kolom
dan plafon yang menyerupai pohon, serta penggunaan warna
dan material pada lantai.
di bawah ini merupakan
salah satu contoh Sebuh sketsa Perpustakaan Anak yang bertemakan garden yang
bagus dan dapat di terapkan di anak


BAB III
PENUTUPAN
A.
Kesimpulan
Perpustakaan
anak perlu di pehatikan agar anak bisa mengembangkan kreatifitasnya di sisi
lain kita selaku pustakawan memberikan layanan yang baik kepada anak-anak agar
timbulnya perpustakaan anak yang menyenangkan dengan desain, konsep
perpustakaan yang bagus dan nyaman begitu juga dengan koleksi yang mendukung
untuk pengembangan minat baca anak.
B.
Saran
Mengingat perlunya mempelajari tentang Layanan
perpustakaan anak mempelajarinya sebagai pustakawan yang ahli, semoga makalah
ini bisa membantu dan menjadi rujukan untuk kita agar bisa membangun
perpustakaan yang menyenangkan.
DAFTAR PUSTAKA
Adriana Tfaentem,2015. Motivasi Anak-Anak sekolah Minggu dalam
Memanfaatkan koleksindi perpustakaan Gereja Kristen. Semarang. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jip/view/9511.pdf
Aziza Nur Persia, 2013. Peran Perpustakaan Anak di Rumah Sakit
Kanker “Dharmis” jakarta. Semarang. http://old.perpusnas.go.id
Dyah Aprilia dkk, Interior Layanan Perpustakaan Anak.
Universitas Brawijaya. https://media.neliti.com/media/publications/189166-ID-interior-layanan-perpustakaan-anak-studi.pdf
Hendra Sudrajat, 2007. Perpustakaan sahabatku. Bandung: Sinergi Pustaka.
Ibrahim Bafadal, 2011. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah.
Jakarta: Bumi Aksara
Karina Putri Adita, 2015.Desain Interior Anak di Perpustakaan
Umum KAPD Kabupaten Bogor. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/btistream/123456789/2984/3/karina%20PUTRI%20ADITA-FAH.pdf
Novia Andriani Wijaya dan Lintu Tuistyanto, 2016.Perancangan
Interior Perpustakaan anak di Surabaya. Surabaya: Universitas Kristen
Petra:https://media.neliti.com/media/publications/96741-ID-perancangan-interior-perpustakaan-anak-d-pdf
Perpustakaan Anak di Yogyakarta,Tinjauan Perpustakaan Anak.
Yogyakarta. http://e-journa.uajy.ac.id/5096/1TA13179.pdf
Moh.Mursyid, 2015. Pendidikan Anak yang Menyenangkan:Guru,
Sekolah, dan Perpustakaan. Yogyakarta: Lembaga Ladang Kata.
Yaya Suhendar, 2014. Cara Mengelola Perpustakaan dasar.
Jakarta: Pranadamedia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar